Siapkan Generasi Emas Dengan Pangan yang Aman

Post Image
  • 1 minggu lalu

Menurut Jurnal Kesehatan Outbreak Investigation Of Food Intoxication Of Finger Candy, tercatat 99% anak membeli jajanan pangan di sekolah, baik di kantin maupun di luar sekolah.

Hal ini merupakan kabar baik bagi Anda pengusahan pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Karena artinya peluang bisnis Anda terbuka dengan sangat lebar.

Akan tetapi, potensi bisnis ini juga diikuti ancaman yang tidak main-main. BPOM mencatat, ada 20 juta kasus keracunan akibat pangan terjadi di Indonesia setiap tahunnya dan diantara korbannya adalah anak-anak.

Lebih lanjut, masih dari jurnal yang sama ditemukan bahwa dari pengujian 10.429 sampel PJAS di seluruh Indonesia, BPOM menemukan hanya ada 76,18% sampel yang memenuhi syarat dan 23,82% yang gagal memenuhi syarat standar kesehatan dan keamanan pangan.

Namun sebenarnya apa saja sih ancaman pangan yang mengintai anak-anak? Berikut kami rangkumkan untuk Anda.

Ancaman Alergi

Anak-anak lebih rentan terkena alergi dibandingkan orang dewasa. Biasanya hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh dan saluran pencernaan yang belum sempurna atau masih mengalami pertumbuhan.

Lebih jauh, orang tua seringkali tidak mengetahui alergi pangan yang diderita anaknya yang menyebabkan adanya kelalaian dalam pengawasan pangan terhadap anak.

Misalnya saja alergi pada seafood. Anak-anak dengan alergi seafood daapt mengalami reaksi tubuh yang beragam, mulai dari pembengkakan saluran wajah dan napas, ruam pada kulit, gangguan saluran pencernaan, hingga anafilaktik yang mengakibatkan tekanan darah menurun secara drastis dan menimbulkan efek hilangnya kesadaran bahkan kematian.

Maka dari itu, sangat penting untuk memastikan setiap makanan yang disajikan sudah benar pengelohannya dan tidak tercampur bahan-bahan yang rentan menimbulkan reaksi alergi.

Ancaman Bahaya Biologis

Sebenarnya ancaman ini bukan hanya untuk anak-anak, namun juga bisa menimpa orang dewasa. Akan tetapi, dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak-anak lebih rentan, maka dari itu ancaman bahaya biologis terasa lebih meyeramkan bagi anak-anak.

Ancaman biologis ini bisa berupa ketidak bersihan proses pengolahan makanan yang menyebabkan bakteri dan virus tertinggal di dalam makanan dan masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi. Misalnya pada proses memasak daging ayam yang tidak sampai matang dan meninggalkan bakteri salmonella di dalamnya.

Ancaman Bahaya Kimia

Seperti yang sudah disebutkan bahwa ada 23,82% pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang terbukti tidak layak konsumsi. Beberapa diantaranya bisa disebabkan oleh bahaya kimia. Pencampuran bahan kimia yang tidak seharusnya dan atau sisa-sisa zat kimia yang masih menempel di bahan pangan dapat berbahaya untuk anak.

Mulai dari gangguan pencernaan, gangguan berpikir, hingga penyakit berbahaya seperti kanker dan liver bisa mengancam anak-anak yang mengonsumsi makanan dengan zat kimia berbahaya di dalamnya.

Ancaman Kontaminasi Silang

Masih ada saja yang menyepelekan kontaminasi silang dengan mencampur proses pengolahan makanan. Padahal seharusnya sayur, buah, dan daging, memiliki alat masaknya sendiri-sendiri. Karena ketiga bahan makanan ini memiliki bakteri bawaan yang berbeda dan membutuhkan proses pengolahan yang berbeda. Menggunakan satu cutting board, pisau, dan wadah untuk jenis bahan makanan yang berbeda dapat menyebabkan adanya kontaminasi silang.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengurangi potensi dari ancaman pangan ini? Ada beberapa tips untuk Anda yang sudah konsultan kami siapkan.

Tips hindari bahaya pangan untuk anak:

1. Biasakan mencuci tangan sebelum memproses makanan, setelah menyentuh bahan makanan, dan saat selesai memasak/memproduksi makanan.

2. Pastikan wadah atau alat produksi pangan bersih sebelum digunakan.

3. Tidak mencampur setiap bahan pangan di dalam satu wadah sebelum diproduksi.

4. Untuk makanan yang dimasak, perhatikan cara mencuci bahan pangan tersebut, gunakan air mengalir dengan kecepatan sedang agar kotoran atau bakteri yang menempel pada bahan pangan luruh dan tidak terciprat atau mengontaminasi bahan pangan lainnya.

5. Perhatikan pula waktu produksi atau memasak yang ideal dari masing-masing bahan pangan.

Anak-anak merupakan aset masa depan bagi bangsa. Kecerdasannya ditentukan sedari dini. Maka dari itu pastikan untuk menjaga anak-anak dari ancaman bahaya pangan dengan menerapkan sistem keamanan pangan yang tepat. Selamat Hari Anak Nasional!

Untuk mengetahui apa saja sistem keamanan pangan beserta fungsinya yang cocok di dapur dan perusahaan Anda, kunjungi Food Safety Quality dan ikuti Public Training dan Virtual Training yang kami sediakan. Request In-House Training juga boleh! Hubungi kami sekarang.

arrow