Peringati May Day, Ini Agenda Buruh di Tahun 2019

Post Image
  • 3 minggu lalu

Merunut pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 tahun 2013, tanggal 1 Mei yang merupakan Hari Buruh Internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang sekaligus membangun kebersamaan antar pelaku industri (buruh).

Biasanya setiap tanggal 1 Mei atau yang dikenal dengan sebutan May Day, para buruh akan melaksanakan aksi turun ke jalan atau long march menyuarakan aspirasi mereka sebagai pekerja. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di 2019 ini malalui Konfedereasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membawa agenda baru sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Apa saja agendanya?

Dilansir dari Liputan6.com, Ketua Departemen Komunikasi dan Media KPSI, Kahar Cahyono menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi tuntutan buruh di tahun ini:

Revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015

Dalam peraturan ini, kenaikan UMP didasari pada adanya inflasi dan pertumbuhan ekonom. KPSI menilai pembentukan UMP sebaiknya melibatkan serikat buruh dan mengacu pada perhitungan KHL yang saat ini berjumlah 64 item dan diharapkan dapat naik menjadi 84 item.

Perluasan Upah Minimum Sektoral

Selain UMP, Upah Minimum Sektoral juga menjadi fokus agenda di tahun ini. Lebih lanjut Kahar menjelaskan bahwa buruh berharap kedepannya Upah Mimum Sektoral akan diperluas jangkauannya lebih dari yang sudah ada. Seperti yang diketahuin untuk beberapa sektro seperti otomotif, elektronik, dan kimia, memiliki upah minimun yang lebih tinggi dari UMP.

Diselenggarakan bersamaan dengan tahun politik, KSPI memastikan bahwa aksi May Day tetap bersih dan tidak ada hubungannya dengan situasi politik atau pilpres meskipun Prabowo Subianto dikabarkan akan hadir dan mengikuti salah satu rangkaian acara.

"Ini enggak ada kaitannya dengan Pilpres. (Kehadiran Prabowo) Sementara direncanakan di Sport Kelapa Gading," tutup Kahar.

arrow