Kenali Standar Dasar Dari Sistem Keamanan Pangan

Post Image
  • 4 minggu lalu

Kasus keracunan terjadi bukan karena bahan pangan yang buruk. Lalu apa?

Ada banyak faktornya. Mari kita asumsikan bahwa industri` pangan terserbut telah memilih bahan makanan terbaik untuk customer. Lalu kira-kira apa faktor lain yang menyebabkan keracunan masih saja terjadi?

Bisa saja ini dikarenakan kurangnya pemahaman pada konsep paling mendasar dalam sistem keamanan pangan. Apakah Anda termasuk yang tahu? Uji pengetahuan Anda dengan lambang-lambang berikut:

Kebersihan

Kotak biru berlambang air ini memiliki arti membersihkan. Ya, kebersihan adalah hal yang sungguh mendasar pada Sistem Keamanan Pangan. Sepremium apapun bahan makanan Anda, jika dapur Anda kotor maka bakteri penyebab penyakit akan sama rentannya mengontaminasi makanan Anda.

Pada tahapan ini, Anda cukup melakukan hal paling sederhana yaitu mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir sebelum Anda menyentuh bahan pangan, selama memasak, setelah Anda menghindangkan makanan, hingga sebelum Anda makan. Terdengar ribet? Tidak, jika Anda bandingkan dengan bahaya keracunan yang menghantui Anda.

Sebab di dalam dapur ada banyak kuman yang dapat bertahan hidup dan menyebar dengan cepat ke berbagai area.

Selain mencuci tangan, disarankan pula untuk mencuci alat masak seperti talenan, panci, spatula, dan mengelap meja masak dengan sabun atau antiseptik dan air hangat. Tujuannya untuk memastikan kuman benar-benar mati di area yang rentan bersentuhan langsung dengan bahan pangan.

Oh iya jangan lupa untuk mencuci sayur dengan air mengalir. Kenapa? Tentu saja untuk memastikan pestisida dan zat-zat lain yang menempel dalam sayur terbuang bersama dengan air.

Memisahkan

Konsep dasar Sistem Keamanan Pangan selanjutnya adalah memisahkan.

Setiap bahan pangan membawa risiko yang berbeda dengan potensi bahaya yang juga berbeda. Untuk itu penangananya juga tidak akan sama. Anda tidak bisa menggunakan satu talenan atau pisau untuk sayur, daging, buah, dan roti. Kenapa?

Dari sisi biologi, pemisahan alat masak bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang mikroba antara makanan mentah dan matang atau mikroba dari produk hewani ke nabati.

Selain itu pemisahan ini juga bertujuan untuk mencegah silang alergen di mana beberapa makanan seperti telur, kacang, seafood, dan lain sebagainya mengandung zat alergen. Dikhawatirkan mencampur penggunaan alat masak dapat menyisakan zat alergen yang menempel dan membahayakan bagi konsumen. Bayangkan jika Anda memiliki alergi seafood dan suatu ketika Anda mengonsumsi daging merah namun alergi Anda tetap muncul? Bisa jadi hal ini disebabkan alat masak yang digunakan pernah dipakai untuk seafood.

Tidak hanya alat masak, pemisahan juga harus dilakukan saat Anda ingin menyimpan bahan pangan. Ini dtujukan agar zat dalam bahan makanan tidak saling bercampur dan dapat menyebabkan pembusukan lebih cepat.

Proses Memasak

Pasti tidak asing ditelinga kita ungkapan bahwa kuman di dalam bahan pangan akan mati saat dimasak dengan suhu tinggi. Mitos atau fakta?

Faktanya setiap bahan pangan dibutuhkan 'suhu tersendiri' untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Sangat disarankan untuk memiliki termometer makanan. Sebab melihat warna dan tekstur saja tidak cukup untuk memastikan makanan sudah layak konsumsi.

Berikut beberapa fakta suhu yang tepat untuk memasak makanan:

  1. 63°C untuk memasak daging sapi, kambing, babi, dan domba (tiriskan daging selama 3 menit sebelum disajikan)
  2. 71°C untuk memasak daging giling
  3. 74°C untuk memasak daging unggas seperti ayam dan kalkun
  4. 63°C untuk memasak daging ham segar, ikan atau daging hingga kecokelatan

Mendinginkan Makanan

Tahukah Anda bahwa suhu ruangan dapat memicu perkembang biakan bakteri dalam makanan dan membuatnya cepat rusak?

Oke, kali ini Anda sudah tahu. Sebuah fakta ditulis CDC-lembaga kesehatan pangan di Amerika-yang termasuk dalam Zona Bahaya suhu ruang berkisar antara 4,5°C hingga 60° C. Jangan pernah sekali-kali Anda mencoba untuk membiarkan makanan dengan kategori mudah rusak lebih dari 2 jam di suhu tersebut.

Untuk menjaga kualitas bahan pangan, simpanlah makanan di lemari es dengan temperatur di bawah 4°C. Dan jika Anda ingin memanaskannya, disarankan untuk menggunakan air dingin atau microwave. Jangan memanaskan makanan dengan membiarkannya tergeletak di suhu ruang yang tinggi, karena dalam prosesnya bakteri akan ikut berkembang dengan cepat.

Nah itulah sistem dasar dari keamanan pangan yang paling sederhana dan bisa Anda terapkan di rumah maupun di dapur Horeka Anda. Eits, jangan berpikir sistem ini sudah sempurna ya, ini hanya merupakan salah satu elemen dari kesatuan Sistem Keamanan Pangan yang bisa Anda lihat di sini.

arrow