Defensive Driving

Post Image
  • 4 bulan lalu

Berapa lama waktu yang Anda habiskan dalam berkendara setiap harinya?
Seberapa jauh jarak yang Anda tempuh setiap kali berkendara?
Kapan terakhir kali Anda memeriksa keadaan kendaraan Anda?
Apakah Anda sudah merasa aman dan nyaman setiap kali berkendara?

Jika setiap harinya Anda berkendara lebih dari dua jam, kemungkinan Anda akan merasakan kelelahan berlebih. Kelelahan akibat mengemudi terus menerus juga bisa menimbulkan gangguan mental dan fisik. Hal itu akan berpengaruh pada perhatian, perasaan, persepsi, pemikiran, dan pengambilan keputusan.

Gangguan mental dan fisik ini bisa berujung stress serta berpotensi menurunkan produktifitas Anda. Stress merupakan suatu bentuk respon tubuh atau tekanan yang disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi. Perasaan stress bisa timbul kapan saja, termasuk saat Anda berkendara. Perasaan bosan, cemas dan ingin cepat mencapai tujuan merupakan faktor timbulnya stress saat berkendara.

Perasaan lelah dan tingkat stress yang terlalu berlebihan ini akhirnya menurunkan kualitas Anda berkendara. Keadaan yang terus berulang setiap harinya ini juga berpengaruh pada tingkat fokus dan pengambilan keputusan sehingga kemungkinan terjadinya kelalaian yang berakibat kecelakaan pun mengintai Anda.

Jika semua pernyataan di atas sering Anda rasakan berarti Anda juga beresiko kecelakaan dalam berkendara. Perasaaan nyaman yang seharusnya Anda rasakan kemungkinan belum terpenuhi, otomatis tingkat keamanan Anda dalam berkendara pun rendah.

Hal yang mungkin Anda terapkan agar keamanan dan kenyamanan agar selalu menyertai Anda adalah dengan memperhatikan kelengkapan dan keadaan kendaraan seperti memahami mesin yang Anda bawa. Artinya kita harus benar-benar mengetahui tentang kemampuan maksimal mesin berjalan, kapasitas penumpang dan pengereman kendaraan.

Yang ke-dua adalah pemahaman situasi dan lingkungan. Dalam pengaplikasiannya, pengendara harus memantau area sekeliling kendaraannya dengan cara menengok dan memerhatikan kaca spion setiap 8 detik. Ini membantu menjaga konsentrasi juga menciptakan zona aman imajiner saat berkendara.

Dan yang terpenting adalah kondisi pengendara, Untuk yang ini pastikan bahwa anda dalam keadaan sehat dalam berkendara , jika anda merasa ngantuk atau tubuh tidak fit ada baiknya anda beristirahat sejenak.

Selain itu, pengemudi wajib mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain. Apa salahnya kita mengorbankan waktu 3-5 detik saja di jalan untuk berhenti dan memberi jalan ke pengemudi lain? Karena selain kelalaian, faktor terjadinya kecelakaan adalah emosi yang tidak terkontrol.

Semua materi tentang keamanan dalam berkendara ini bisa Anda dapatkan dengan mengikuti pelatihan Defensive Driving Training (DDT) Sebuah Pelatihan yang dapat membantu Anda dan Driver Anda menjadi Pengemudi yang handal dan kompeten, sehingga potensi untuk terjadinya kecelakaan dijalan dapat berkurang, anda akan jadi lebih percaya diri dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi dalam berkendara.

arrow