7 Kasus Keracunan yang Sempat Menggemparkan Dunia

Post Image
  • 2 bulan lalu

Mengapa makanan enak tidak penting?

Bukan tidak penting, mengonsumsi sesuatu yang enak tentunya adalah harapan kita. Namun memiliki rasa yang enak saja tidak cukup, kesehatan jauh lebih penting.

Sayangnya makanan yang terlihat sehat belum tentu dalam kondisi yang benar-benar layak konsumsi. Kontaminasi bakteri atau racun dapat menyebar dengan cepat dan merusak kualitas makanan tanpa bisa kita lihat dengan mata. Akibatnya, jika tidak sengaja terkonsumsi Anda bisa menderita sakit perut atau bahkan kematian. Ya, keracunan makanan tidak jarang menyebabkan maut bagi korbannya. Seperti 7 kasus keracunan makanan berikut yang sempat menggemparkan dunia.

Kasus Keracunan Makanan di Chi-Chi Monaca, 2003

Pada tahun 2003, sebanyak lebih dari 640 orang terinfeksi hepatitis A dari daun bawang yang tercemar saat mengonsumsi makanan di restoran Chi-Chi, Monaca, Amerika Serikat. Sebanyak 4 orang dikabarkan meninggal akibat peristiwa ini. Kasus ini pun mencuat dengan cepat ke permukaan dan menjadi pembicaraan nasional. Sejak itu, reputasi Chi-Chi Restaurant tidak pernah kembali baik.

Jack in the Box, 1993

Kasus keracunan makanan selanjutnya terjadi di restoran Jack in the Box. Kasus ini bermula saat Jack in the Box mengeluarkan varian menu baru yang dinamakan 'Monster Burger' di 73 cabang restorannya. Burger yang satu ini menyajikan daging yang dimasak tidak sempurna, sehingga bakteri E.Coli masih tersisa dan tidak sengaja terkonsumsi oleh konsumen. Akibatnya sebanyak 732 orang diklaim menjadi korban dengan 4 orang anak-anak tewas dan 178 orang lainnya disinyalir mengalami kerusakan organ permanen. Dari kejadian ini Jack in the Box hampir saja bangkrut dan menutup toko-tokonya.

(Baca juga: Amankan Proses Pangan Anda dengan 6 Tahapan Ini)

Pilgrim Pride, 2002

Hampir menjadi penyebab keracunan masal, di tahun 2002 Pilgrim Pride menarik kembali produk irisan ayam dan kalkun sebesar 12.5 juta kilogram akibat ditemukannya listeria dalam sebuah saluran di fasilitas peternakan. Namun karena sudah terlanjur beredar, kasus ini tetap menelan korban jiwa sebanyak 7 orang, dan 46 orang jatuh sakit serta 3 wanita mengalami keguguran.

Pertanian Organik di Lowe Saxony, Eropa, 2011

Berpindah ke benua Eropa, kasus keracunan masal juga terjadi akibat tunas tauge yang tidak diketahui terinfeksi bakteri E.Coli di tahun 2011. Sebanyak 3.950 orang menjadi korban dan 53 orang meninggal dunia.

(Baca juga: 7 Bakteri Penyebab Keracunan yang Paling Mudah Menjangkit Makanan)

Jalisco, 1985

Jangan menganggap remeh makanan! Sebuah perusahaan yang memproduksi olahan keju, Jalisco dituntut dan ditutup secara permanen akibat wabah keracunan makanan. Peristiwa ini bermula saat perusahaan mempercayakan seorang teknisi tanpa lisensi/izin untuk membuat pasteurisasi susu untuk olahan keju mereka. Teknisi tersebut disinyalir mencampurkan susu yang telah di pasteurisasi dan yang belum, sebelum mengolahnya menjadi keju (Queoso Fresco).

Akibat dari kasus ini, sebanyak 142 orang positif terinfeksi listeria dengan rincian 66% dari mereka ialah wanita hamil dan bayi, serta 52 orang tewas termasuk 19 bayi yang baru lahir dan 10 balita. Selain ditutup permanen, pemilik perusahaan Jalisco dan teknisi tersebut juga dituntut menjalani hukuman di penjara.

Peanut Corporation of America, 2008

Perusahaan penyedia produk selai kacang untuk lembaga sekolah, panti jompo, dan penjara, Peanut Corporation of America dituntut akibat meloloskan produk dengan kandungan salmonela di dalamnya. Peristiwa ini terjadi pada September 2008 hingga April 2009. Sebanyak 714 orang dikabarkan jatuh sakit dan 9 orang meninggal dunia di 26 negara bagian akibat peristiwa ini.

Tidak lama berselang, Peanut Corporation of America bangkrut karena diduga mengalami kerugian hingga $1 miliar dan penurunan penjualan yang drastis sebesar 25% secara terus-menerus.

(Baca juga: 7 Bahaya Makan Mie Instan Bagi Kesehatan yang Tidak Bisa Anda Abaikan)

Maple Leaf Foods, 2008

Terakhir, kasus keracunan makanan yang sempat menggemparkan dunia menimpa perusahaan penyedia olahan daging di Kanada, Maple Leaf Foods. Perusahaan ini secara tidak sengaja mengedarkan daging kemasan yang terinfeksi listeria dari pabrik mereka di North York, Ontario.

Ditemukan 57 kasus listeriosis yang mengakibatkan 22 orang meninggal akibat kelalaian ini. Maple Leaf Foods kemudian dituntut untuk membayar ganti rugi sebanyak $27 juta dan mengeluarkan $20 juta untuk menarik seluruh produknya.

Itulah 7 kasus keracuanan makanan yang menggegerkan dan sempat menjadi pembicaraan dunia. Kebanyakan dari kasus tersebut terjadi akibat kelalaian dan tidak adanya pengawasan yang ketat terhadap produksi pangan. Tentu Anda tidak ingin kan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan ini? Maka dari itu ikuti training-traing food safety seperti ISO 9001, ISO 22000, HCCP, dan banyak lainnya bersama Food Safety-Quality dengan klik di sini.

arrow