Siapa yang tidak pernah mengonsumsi mie instan? Makanan cepat saji dan murah ini memang menjanjikan rasa yang enak bagaimana pun cara kita tidak bisa memasaknya.
Saking enaknya, saat ini sudah banyak inovasi atau pengembangan resep dari mie instan. Makanan super praktis ini pun menjadi andalan saat Anda merasa lapar atau di cuaca mendukung seperti hujan.
Namun tahukah Anda bahwa mie instan memiliki bahaya jika dikonsumsi terlalu sering? Bahaya ini biasanya tidak Anda rasakan langsung sesaat setelah mengonsumsi mie instan, namun efeknya berupa jangka panjang dan justru ini yang jauh lebih berbahaya!
Ungkapan mie instan mengendap di perut dan sulit dicerna benar adanya. Mie instan yang merupakan makanan olahan yang telah melalui berbagai proses kimiawi ini merupakan makanan yang memberi tekanan pada sistem pencernaan dan memaksa otot-otot dalam sistem pencernaan untuk bekerja lebih keras.

Bahaya makan mie instan selanjutnya adalah tingginya potensi kanker apabila terlalu sering dikonsumsi.
Dalam satu bungkus mie instan terdapat bahan pengawet butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butyhydroquinone (TBHQ) yang bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker. Karsiogenik juga dapat menyebabkan asma, kecemasan berlebih, bahkan diare jika terlalu sering dikonsumsi.
Tidak hanya kanker, bahaya makan mie instan juga bisa dirasakan pada jaringan otak. Zat kimia yang terdapat dalam mie instan dipercaya dapat merusak sel-sel dalam jaringan otak sehingga menghambat proses transmisi dan merusak sistem kerja otak.
Pada ibu hamil, mengonsumsi mie instan sangat tidak dianjurkan terlebih dalam intensitas tinggi. Ini disebabkan bahan pengawet yang terdapat dalam mie instan yang diyakini dapat memengaruhi perkembangan tumbuh kembang janin.

Penelitian membuktikan mie instan merupakan salah satu penyebab umum dari obesitas. Sebab dalam satu porsi mie instan terkandung lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air di dalam tubuh.
Untuk meningkatkan cita rasa, produsen mie instan menambahkan MSG dengan jumlah yang cukup tingi antara 1-2% dari jumlah keseluruhan alergi terhadap MSG. Pagi penderita aleri MSG, hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan rasa panas di tenggorokan, kemerahan pada bagian wajah, dan sakit kepala.

Sebagai makanan yang bisa disimpan dalam waktu lama, mie instan memiliki bahan anti-beku yang disebut propylene glycol dan berfungsi untuk mempertahankan kelembaban mie serta membuat mie tetap kenyal saat diseduh.
Apabila masuk ke tubuh dalam jumlah banyak, propylene glycol dapat merusak hati, jantung, dan ginjal serta menyerang sistem kekebalan tubuh.
Tidak ada salahnya mengonsumi mie instan, namun akan menjadi masalah besar apabila hal ini menjadi kebiasaan dan dilakukan secara sering.
Bagi Anda yang sudah terlanjur menyukai mie instan dan mengonsumsinya dalam kurun waktu yang sering, maka tidak ada salahnya untuk mulai mengurangi demi kesehatan Anda. Atau Anda bisa memberikan campuran sayur mayur pada mie instan Anda sebagai penyeimbang nutrisi.