Artikel

The Essence of ISO 9001:2015 Part 11: Prinsip Manajemen Mutu 7 (Relationship Management)
The Essence of ISO 9001:2015 Part 11: Prinsip Manajemen Mutu 7 (Relationship Management)

Salah satu kunci keberhasilan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu adalah dengan merangkul pihak berkepentingan.

Ya, hal ini masuk dalam Prinsip Manajemen Mutu yang ketujuh yaitu Relationship Management, bagaimana Anda dapat mengelola hubungan baik dengan para pemangku kepentingan agar sama-sama mencapai tujuan bersama.

Karena para pemangku kepentingan memberikan pengaruh terahadap kinerja organisasi sehingga dengan adanya sinergi seperti ini, perusahaan akan lebih mudah dan cepat untuk menciptakan mutu yang konsisten di semua aspek.

Salah satu contoh dari manajemen hubungan dalam ISO 9001 bisa dilihat dari bagaimana Anda menjalin hubungan baik dengan relasi seperti jaringan pemasok dan mitra.

Sebab bagaimana pun bisnis atau kegiatan berlembaga tidak bisa dijalankan sendiri. Jika hubungan Anda tidak baik dengan relasi atau mitra, maka kelak dikemudian hari akan timbul masalah yang merugikan perusahaan atau organisasi.

Misalnya, ketika Anda ingkar dalam melakukan pembayaran tanpa memberikan informasi atau sekadar menghindar, meskipun hal ini hanya terjadi satu kali, namun bisa merusak kepercayaan mitra Anda. Yang mana kelak mitra Anda akan ragu pada perusahaan Anda dan tidak lagi memprioritaskan Anda sebagai klien.

Selain soal kepercayaan dan sinergi, mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan juga memberikan manfaat antara lain:

1. Meningkatkan kinerja organisasi dan pihak berkepentingan dengan menanggapi peluang atau kendala yang berkaitan dengan pemangku kepentingan.

2. Adanya pemahaman akan tujuan dan nilai-nilai antar pemangku kepentingan.

3. Meningkatkan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi pihak berkepentingan dengan berbagi sumber daya dan kompentensi sera mengelola risiko mutu.

4. Menjaga rantai pasokan yang dikelola dengan baik sehingga aliran barang dan jasa bisa stabil.

Untuk bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan ini, apa yang sebaiknya dilakukan?

Anda bisa coba menerapkan 8 cara berikut:

1. Menentukan para pihak berkepentingan yang relevan seperti pemasok, mitra, pelanggan, investor, karyawan, dan masyarakat secara keseluruhan serta hubungan mereka dengan organisasi.

2. Menentukan prioritas hubungan dengan para pihak berkepentingan yang perlu dikelola.

3. Melakukan pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan melalui pengoptimalan pengaruh mereka terhadap kinerja organisasi.

4. Membangun hubungan yang seimbang untuk keuntungan jangka pendek dengan mempertimbangkan jangka panjang.

5. Mengumpulkan dan berbagi informasi, keahlian, dan sumber daya dengan pihak terkait yang relevan.

6. Mengukur kinerja dan memberikan umpan-balik (feedback) kepada pihak berkepentingan dengan tujuan untuk meningkatkan inisiatif dalam proses improvement.

7. Membangun kegiatan pengembangan dan peningkatan kolaboratif dengan pemasok, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya.

8. Mendorong dan mengenali peningkatan serta pencapaian oleh pemasok dan mitra.

Itulah penjelasan singkat mengenai prinsip relationship management di ISO 9001:2015.

Mau dibedah lebih dalam lagi biar lebih relate dengan kondisi perusahaan? Bisa kok, ikuti Public Training dan Virtual Training ISO 9001:2015 bareng Premysis Consulting. Ingin lebih hemat dan eksklusif, pilih In-House Training. Langsung dibimbing dari awal hingga akhir bersama konsultan kami. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.