Artikel

5 Mitos Otak Kiri dan Kanan yang Ternyata Sesat!
  • 18 May 2019 09:00
5 Mitos Otak Kiri dan Kanan yang Ternyata Sesat!

Selama ini kita terlalu sering mengotak-ngotakan kemampuan diri kita dengan klaim asal-asalnya otak kiri dan kanan.

Kenapa dibilang klaim asal-asalan? Mayoritas dari kita bahkan tidak pernah tes IQ atau melakukan ujian profesional untuk menentukan otak mana yang lebih dominan? Semua hanya berdasarkan 'kata orang' dan 'kuis Google'. 

Bagaimana pun hal ini sudah terlanjur melekat di kultur budaya. Tapi sesungguhnya apa saja mitos-mitos otak kanan-kiri yang sebenarnya tidak benar? Dilansir dari Lifehack, berikut daftarnya.

Antara Si Otak Kanan atau Si Otak Kiri

Seperti yang telah disebut, banyaknya mitos seputar otak kiri dan otak kanan membuat orang-orang dengan mudahnya memberikan pengakuan atas apa yang sebenarnya belum tentu benar.

"Ah saya lebih dominan otak kiri, makanya saya pendiam." atau "Enggak heran sih dia kreatif, karena dia dominan otak kanan."

Siapa yang bisa menentukan dominan otak seseorang tanpa tes medis lebih lanjut? Faktanya otak sangatlah kompleks dan bekerja bersama-sama. Butuh penelitian lebih lanjut dan tes medis untuk mengetahui bagaimana otak Anda bekerja dan mana yang lebih dominan.

Percaya Bahwa Sifat adalah Sesuatu yang Pasti dan Berasal dari Turunan Genetik

Beberapa orang masih percaya bahwa siaft yang kita miliki adalah hal yang pasti dan tidak akan pernah bisa berubah. Faktanya ini adalah salah besar.

Seseorang tidak mau berubah atau mengubah personaliti mereka biasanya didasari oleh dua hal:

  1. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka saat ini.
  2. Mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk berubah.

Jadi hal itu bukanlah karena bawaan otak dan bagaimana otak tercipta dengan keharusan demikian.

Percaya Bahwa Manusia Hanya Menggunakan 10% dari Kemampuan Otaknya

Rasanya kita semua pasti pernah dengar kata-kata motivasi yang menyebutkan, "Jika Einsten saja yang jenius hanya menggunakan 7% dari otaknya, maka bayangkan jika kita bisa mengotimalkan otak kita seluruhnya?"

Faktanya kita menggunakan 100% dari otak kita, hanya saja proses belajar memabuat sebagian dari kita belum menunjukkan performa yang sempurna atau mencapai standar tertinggi dari yang seharusnya.

Orang yang Pintar punya Ukuran Otak Lebih Besar

Banyak yang percaya kalau orang-orang pintar lahir dengan ukuran otak yang lebih besar. Faktanya ukuran otak tidak berpengaruh pada intelegensi seseorang.

Hal ini dapat dibuktikan dengan ukuran otak sapi yang lebih besar dari otak simpanse tidak lantas menjadikan sapi lebih pintar. Bagaimana dengan ukuran otak gajah yang lebih besar dari milik manusia? Anda dapat menjawabnya sendiri.

Laki-laki dan Perempuan Lahir Dengan Karakteristik Otak yang Berbeda

Satu lagi mitos tentang otak yang sudah sangat menyebar sampai dianggap sebagai kebenaran, yaitu soal karakteristik otak laki-laki yang berbeda.

Faktanya memang ada sedikit perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan, namun perbedaan ini benar-benar sangat sedikit dan sama sekali tidak berhubungan dengan kemampuan maupun intelektualitas dari individu.