Artikel

5 Hal Unik yang Hanya Ada Saat Nyepi
  • 06 Mar 2019 21:32
5 Hal Unik yang Hanya Ada Saat Nyepi

Selamat Tahun baru Saka 1941 bagi seluruh umat Hindu.

Pada hari raya Nyepi seperti tahun ini, biasanya para umat Hindu akan melakukan puasa selama satu hari penuh dan menyepi untuk merefleskikan serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Namun, dibalik proses ibadah yang sama-sama harus kita hargai, terdapat keunikan dan kearifan lokal yang perlu kita ketahui. Apa saja? Langsung cek daftar di bawah ini!

Upacara Melasti

Upacara Melasti dilaksanakan dua hari sebelum perayaan Nyepi. Pada upacara ini, umat Hindu akan melakukan sembahya di tepi laut.

Uniknya, ada berbagai macam persembahan yang akan ikut dibawa selama perjalanan dari pura ke pantai di upacara Melasti.

Pawai Ogoh-ogoh (Ngerupuk)

Sesuai namanya, pawai akan selalu meriah dan menarik. Pawai Ogoh-ogoh dilakukan sehari sebelum Nyepi.

Apa keunikannya? Pada prosesi ini, patung Ogoh-ogoh akan diarak oleh banyak orang lalu dibakar di akhir acara. Tujuannya adalah untuk menghilangkan energi jahat yang dapat merusak manusia dan alam.

Nyepi

Acara utama, yaitu Nyepi.

Nyepi sendiri memiliki peraturan yang  unik atau disebut Catur Brata Penyepian. Dalam Catur Brata Penyepian, umat Hindu dilarang untuk menyalakan api atau lampu (amati geni), bekerja (amati karya), berpergian (amati lelungan), dan mencari hiburan (amati lelanguan).

Lalu apa yang bisa dilakukan? Merefleksikan diri atas apa yang telah diperbuat sepanjan tahun dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Berbicara dan berkumpul masih diperbolehkan namun sangat dianjurkan untuk mendiskusikan nilai-nilai agama selama pembicaraan.

Tradisi Omed-omedan

Setelah proses Nyepi selesai, selanjutnya adalah tradisi omed-omedan. Tradisi yang diperkirakan ada sejak abad ke-17 ini masih terus diberlangsungkan oleh masyarakat Banjar Kaja di Denpasar Selatan.

Tradisi Omed-omedan dirayakan oleh muda-mudi usia 17 hingga 30 tahun. Yang unik, proses dari acara ini muda-mudi diminta untuk saling tarik-menark, memeluk, hingga mencium. Tujuannya sebagai bentuk kegembiraan dan ucapan rasa syukur. Hal ini pula yang dirasa sebagai perwujudan kebersamaan dan memupuk rasa kekeluargaan.

Mebuug-Buugan

Kalau tradisi yang satu ini dijalankan oleh masyarakat dari Desa Adat Kedongan, Kabupaten Badung. Seperti apa tradisinya?

Seperti namanya 'buug' yang memiliki arti tanah atau lumpur, tradisi ini mewajibkan peserta atau orang yang merayakan dengan mengotori badan mereka menggunakan lumpur.

Lumpur dilemparkan satu sama lain dengan persaan suka cita, lalu dilanjut dengan berlari ke pantai untuk membersihkan diri. Ya, filosofinya adalah membersihkan diri dari segala dosa yang telah diperbuat.

Unik-unik banget ya? Masih belum terlambat nih untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Nyepi. Tapi kalau pun sudah terlambat, yasudah dilakukan tahun depan saja ya. Selamat Hari Nyepi!