Dalam jurnal yang sama yang diberi judul Fires in Industrial and Manufacturing Process, tercatat agrikulutal termasuk kahutla dan energi hanya menyumbang sisanya sebesar 35% untuk kasus kebakaran.
Dari sini bisa dilihat bagaimana industri manufaktur memiliki faktor-faktor rentan yang bisa menjadi penyebab kebakaran.
Umumnya penyebab utama didominasi oleh kelalaian yang melibakan listrik, proses pemanasan seperti melting dan molding, serta kesengajaan dari setiap aktivitas.
Hal ini mencakup kerusakan pada alat, deteriorasi, dan anomali lainnya pada setiap perangkat yang terhubung dengan listrik yang sayangnya sulit dideteksi dengan visual biasa atau tool yang sederhana. Secara kasat mata, alat-alat tersebut bisa saja terlihat normal, namun setelah dioperasikan bisa menjadi penyebab kerusakaan atau kebakaran.
Lalu apa yang harus dilakukan? Anda tidak mungkin membongkar setiap alat untuk memastikan keamanannya setiap harinya bukan?
Untuk itulah digunakan Infrared Thermography.
Infrared Thermography adalah suatu teknologi yang akan mempermudah kita dalam melakukan pedeteksian dini dari ketidak-normalan suatu kondisi.
Infrared Thermography juga mampu mendeteksi adanya potensi pemanasan yang berlebih yang dapat menyebabkan pemborosan sumber daya yang digunakan. Tentunya jika kita menghitung secara ekonomis, dengan menggunakan Infrared Thermography kita dapat menghemat biasa operasional secara signifikan karena adanya pengalokasian energi hanya sesuai dengan kebutuhan.
Bagaimana cara menggunakan Infrared Thermography? Apakah alat ini bisa digunakan di seluruh industri manufaktur?
Mari bicarakan langsung dengan ahlinya di Virtual Training Infrared Thermography : Fundamental and Application for Fire Prevention & Making Energy Loss Visible bersama GoSafe Academy dan Sinaux.com