Sistem Manajemen Lingkungan (SML)?

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)?

Atau justru Anda menggunakan keduanya?
Jika iya, kami ucapakan selamat. Karena itu artinya Anda sangat menjunjung tinggi kenyamanan dan keselamatan dalam bekerja bagi seluruh lapisan di perusahaan hingga lingkungan sekitar. Dua jempol untuk Anda.
Tapi... pernahkah Anda merasa bingung untuk mengintegrasikan kedua sistem ini sesuai persyaratan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018?
Kalau iya maka Anda tidak sendiri. Ada banyak yang merasa kesulitan untuk menggabungkan kedua sistem ini. Terutama ada tahap pelaksanaan atau PLAN sesuai siklus PDCA di bagian aspek dampak lingkungan (Environmental Aspect Identification-EAI)atau bahaya risiko (Hazard Identification Risk Assessment-HIRA).
Wajar jika Anda bingung mengingat tahap pengidentifikasian menjadi sangat penting karena berpengaruh pada proses pengambilan tindakan. Kalau identifikasinya saja salah, bagaimanan tindakannya bisa benar?
Hal ini pula yang menjadi keresahan kami. Oleh karena itu, untuk membantu Anda keluar dari persoalan ini, ikuti Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) - Environmental Aspect Identification (EAI) Virtual Traianing bersama Premysis Consulting dan Sianux.com.
Karena adanya bahaya, potensi risiko dan dampak lingkungan sangat beragam sesuai kondisi lingkungan kerja masing-masing dan senantiasa mengancam keselamatan kesehatan para pekerja dan lingkungan, maka tentu dibutuhkan pemahaman yang mendalam sehingga penentuan langkah langkah pengendalian dapat diambil secara tepat, efektif dan efisien.
Kami percaya Anda peduli dan taat hukum. Karena dampak lingkungan, kita juga yang rasakan. Karena keselamatan dan kesehatan kerja, kita pula yang harapkan. Daftar sekarang dan jadi bagian yang lebih berintegritas.