Caranya dengan membangun sistem kerja yang aman dan membangun kesadaran bagi para pekerja.
Tapi, apakah cara tersebut mampu untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja? Bila kedua elemen tersebut saling mendukung dan bekerja sesuai sistematis perusahaan, zero mistake akan bisa tercapai dan risiko kecelakaan kerja bisa dihilangkan.
Perhatikan data berikut,
Berdasarkan dari data statistik kecelakaan kerja bahwa lebih dari 85% kecelakaan disebabkan oleh unsafe action atau perilaku berbahaya dan dengan BBS/perilaku berbasis K3 ini unsafe action sebagai penyebab kecelakaan bisa dikurangi yang akhirnya tercapai nol kecelakaan kerja.
Ternyata, hal mendasar untuk menghindari kecelakaan kerja adalah dari individu pekerjanya sendiri. Dengan BBS (Behaviour Based Safety), setiap karyawan akan diarahkan untuk lebih proaktif dalam menjaga keselamatannya sendiri.
BBS (Behaviour Based Safety) adalah keselamatan berbasis perilaku mengacu pada sebuah proses yang dirancang untuk mengurangi frekuensi kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan dengan memantau perilaku yang aman dan mengurangi frekuensi perilaku pekerja yang negatif atau tidak tepat.
Premis utamanya yaitu: penyebab langsung sebagian besar kecelakaan kerja yang sering terjadi adalah perilaku karyawan yang tidak aman (misalkan : tidak memakai peralatan pelindung yang tepat, melepas pengaman mesin, dll.)
"Proses BBS sendiri terdiri dari identifikasi perilaku kritis, menetapkan tingkat perilaku dasar yang aman, dan mengembangkan mekanisme perbaikan berkelanjutan ke dalam program (Krause dan Hindley, 1990)"
Lecture, workshop, diskusi, permainan, simulasi, studi kasus
Bagi Anda yang kesulitan mencocokan jadwal dengan Public Training atau ingin training yang lebih eksklusif dan intensif, Anda bisa mendaftarkan perusahaan Anda dan jadilah penyelenggara training Behavoiur Based Safety (BBS) dengan biaya investasi yang lebih hemat. Klik formulir In-House Training dan tim kami akan segera menghubungi Anda.